KENAPA REGGAE DAN RASTA DIIDENTIFIKASI DENGAN GANJA

KENAPA REGGAE DAN RASTA DIIDENTIFIKASI DENGAN GANJA >> Ok. Tidak perlu panjang lebar. Sejatinya, orang yang suka musik reggae itu bukan penikmat ganja, ataupun sebaliknya. Untuk mengetahui sejarah singkat musim reggae bisa diklik disini.

Sejatinya, sebagian orang menganggap bahwa reggae identik dengan ganja karena ajaran rastafari. Yang mana, dalam ajaran tersebut menganjurkan bahwa pengikutnya diminta untuk menjauhi materialisme dan kembali hidup ke alam (back to nature).
© umatsehat.blogspot.com

Beberapa ajarannya adalah seperti memakan daging, dan dilarang memotong bagian tubuh. Salah satunya adalah dengan menggimbal rambut atau rambut gimbal atau dreadlock rasta (di Indonesia, budaya ini ada di Dataran Tinggi Dieng).

Selain itu, asap mariyuana juga dianjurkan untuk meditasi para rastafari. Dengan demikian, kegunaan ganja disini untuk ritual ajaran tersebut, bukan untuk senang-senang.

Namun, ganja dan musik reggae memang sangat identik. Terlebih dengan hadirnya musisi seperti Peter Tosh atau Bob Marley. Bahkan sebelum meninggal di saat masa-masa kritis, Bob Marley malah kerap menyedot ganjanya.

Mungkin sejak saat itulah, ganja menjadi selalu identik dengan reggae. Selain simbol daun ganja, reggae juga diidentikan dengan warna merah kuning hijau dan tentu, rambut gimbal.

Meski dipandang sebagai salah satu narkotika, ganja juga memiliki beberapa khasiat di bidang kesehatan. Apa saja khasiatnya? Ntar aja yah MANG, capek ngetiknya.

5 Responses to "KENAPA REGGAE DAN RASTA DIIDENTIFIKASI DENGAN GANJA"